 | Welcome | Jul 12, 2006 |
welcome...welcome....welcome di dunia kelinci..hidup ini seringkali perih,letih, sedih, sendiri tetapi seringkali senyum dan tawa menghiasi....di sini kumpulan tulisan, curhat, karya, pikiran si penyuka kelinci...(tapi saya benci wortel...) ----- So..let's share with me......... a mouse named Karo I dedicate this story to all of the children... One upon a time, life a little mice named Karo. He was a good mice. He lived happily with his mother and Kuri, his brother, at the upstair of the big house. One day Karo mother ask him to look after his brother. "Why I should play with Kuri today ma..? ". His mother smiling at that little mice and hug's him tightly. "I have to go kid, cause Im going to look for food for us," she said. "Stay at home and dont go outside," order's his mother. "Why ma..?" Then his mother said that out side is dangeraous. "You still too young to go outside, just play with your brother at home..oke?" she reply until twice. "So much dangerous, there a lot of human being wanna kill mouse, they can kill you," his mother telling Karo seriously. "Oke mother, I promise not to go outside," Karo's said. Time and time goes by, Karo get bored to play. Kuri sleep for two hours...Karo feels alone. Than, he saw a small hole at his wall. "Wao....so big...," he's wondering He sneaking to go outside just want to know what happen at the outside. Suddenly he saws a big fried fish in the table. This is the first experience.." I never know that theres a big fried fish.....hm...yummy...." then he feel so hungry. "Thats oke if i bring just a small part of that fried fish," Karo's said to himself. Then he sneak and up to that table. When he try to bites that fried fish, his foot was trap. He saw his foot bleed and trapped at a mouse trap. "Oh no...............help..," Karo scream, he feel very ill. Tap..tap...tap, he heard a human foot step come over him. In the middle of his desperation, he saw his mother. Then, he faint.. After Karo open his eyes...he is on the bed. "You've been faint for three days....oh my God, you are ok. i love you son" his mother hugs him . She so relieved that he's son smile at her. "You have to take a rest," ask her. Karo felt so guilty, he promise to himself that he will obey his mother. "Im sorry ma...i know that you love me..i will never do that anymore" *Intinya sih..obey you mama pls hehehe...kalo ada grammar dan tata bahasa yg salah maafin ya ditunggu masukkannya...abis dah lama nggak nulis yg beginian..hanya mo berbagi cerita untuk mereka generasi sesudah kita..." Untuk Para Pecinta Film Bermutu terutama yang indie, kita dari kineklub mengajak teman-teman pecinta film indie dari seluruh Indonesia ngobrol-ngobrol tentang film-film baru dari berbagai negara !!!! Terutama para pecinta film di Kepri(batam tentu saja) nih, rencana kita mo ngadain festival film dari berbagai negara seperti hongkong, korea, jepang, Iran, perancis dll.." Tenang, film-film bisa ditonton secara gratisan !!!! masalahnya blum ada tempat yang oke..kita butuh banget sumbang suaranya dari temen-temen !!! Bagi mereka yang mo ikut sumbang suara dari lokasi ataupun ide-ide gila soal acara tapi nggak khayal kita terima dengan terbuka... just contact us via email... - lingkaralpen@yahoo.com - tharie3@yahoo.com.au - azs_teck@yahoo.com - dicha_4ever@yahoo.com Ditunggu ide gilanya !!! Someone send me this story .....---> Sorry blue....saya remake sedikit supaya lebih mengalir Seorang pemahat batu yang awalnya hidup bahagia bekerja di rumah seorang bangsawan. Di hari pertama, saat melihat keindahan rumah sang bangsawan Ia mengalami rasa sakit yang timbul akibat satu keinginan. Sambil menghela napas panjang, ia berkata "Seandainya saya kaya, saya tak perlu mencari nafkah dengan susah payah seperti sekarang ." Keheranan melingkupinya ketika dirinya mendengar suara "Keinginanmu Terkabul". Detik itu juga Ia pun menjadi kaya dan memiliki rumah yang besar dan indah. Diapun menikmati kekayaan dan keindahan rumahnya. Suatu sore saat duduk Dia melihat rombongan Sang maha Raja lewat diiringi pasukannya. Melihat kewibawaan dan dihormatinya sang raja di sepanjang jalan, kembali hatinya terusik." Aku ingin menjadi raja" katanya Ajaibnya, Ia sudah berada di kereta kerajaan dan mengenakan baju seorang Raja. Sore itu, sinar matahari masih memancarakan kuat cahanya. Dibalik-balik celah kereta, panasnya sinar matahari memasuki kereta mewahnya. Merasa kepanasan, sang raja mengubah diri menjadi matahari yang mampu memancarkan sinarnya ke seluruh jagat raya. Diapun menikmati kekuasaannya sebagai matahari. Musim hujan pun tiba..., Sang matahari kesulitan menerobos segumpal awan. Seketika itu juga, dirinya berubah menjadi awan dan berubah menjadi hujan. Tetapi sebuah karang kokoh menutupi jalannya. Sang hujan harus berputar-putar mengelilingi tinggi dan menjulangnya si karang. "Karang lebih kuat dari saya !" serunya. Detik itu juga sang hujan menjadi karang yang besar dan keras. Kebahagiaan tak lama mendatanginya, sang pemahat batu menatah dirinya tiap hari. Kakinya yang dulu besar menjadi bongkahan bongkahan. Akhirnya..sang karangpun berubah menjadi pemahat batu dan merasakan bahagia. Seringkali kita merasa, bahwa mengejar keinginan akan membuat kita bahagia. Padahal seringkali yang terjadi sebaliknya, akibat satu keinginan lah yang membuat kita tak bahagia..... Seringkali melihat pekerjaan yang lebih besar, kendaraan yang lebih bagus, karir yang lebih cemerlang, pasangan yang lebih baik mengusik ketentraman dan kebahagiaan kita. Seketika muncul resah, gelisah, susah dan tidak bahagia. Menurut teman yang mengirimi saya cerita ini, akar dari ketidakbahagiaan adalah keinginan. Keinginan tidak akan membahayakan selagi tak mengontrol diri kita. Saat pertama perhatian kita akan berubah dari sebelumnya. Awalnya bahagia dengan apa yang kita miliki, namun setelah timbul keinginan kita mulai membandingkan dengan yang dimiliki orang lain. Merasa kurang dan menderita Penderitaan itu tak juga berakhir karena keinginan tak juga segera tercapai. Sebab keinginan senantiasa tak terbatas. Begitu kita mencapai satu hal, benda lain akan lebih menarik perhatian dari benda yang kita miliki. Sekali kita terperangkap..sulit bagi kita untuk keluar dari keinginan. Mencari yang lebih bagus, lebih indah, lebih mahal. Pernahkah Anda mengalami, semakin mengharapkan sesuatu sesuatu itu semakin menjauhi Anda ? Semakin Anda menunggu-nunggu, sesuatu tu terasa semakin lama Anda dapatkan. Anda pun semakin menderita dibuatnya. Sampai di sini kita akan bertanya, kalau keinginan begitu berbahaya, dapatkah kita hidup tanpa memiliki keinginan apa pun? Pada saat kita lahir ke dunia, kita sudah memiliki keinginan tapi terbatas. Kita membutuhkan makan, tempat berteduh dan baju sekadar untuk kelangsungan hidup. Kita pun dapat hidup sejahtera dengan keinginan yang amat terbatas tersebut. Sayangnya, begitu kita beranjak dewasa, keinginan tersebut bertambah banyak, bahkan jauh lebih banyak dari yang sekadar kita butuhkan. Banyak orang yang sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Padahal, keduanya berbeda. John Stuart Mill pernah mengatakan "I have learned to seek my happiness by limiting my desires, rather than in attempting to satisfy them " Untuk mencapai kebahagiaan, kita perlu membatasi keinginan kita, bukannya malah berusaha memuaskannya. Saya setuju dengan Mill benar segala sesuatu yang berada di luar senantiasa memiliki satu kaidah: semakin dikejar, dia akan semakin menjauh. Semakin kita berusaha mengejarnya, semakin kita merasa kekurangan. Teman sayapun mengungkapkannya dengan sangat indah melalui petuah bijak..."Kebahagiaan adalah seekor kupu-kupu. Kejarlah, maka ia akan lari darimu. Duduklah dengan tenang, maka ia akan hinggap di pundakmu." Judul : Tesaurus Bahasa Indonesia
Penyusun : Eko Endarmoko
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : xxii + 716 halaman
Harga : Rp 170 ribu
Ketika Khasanah Kata Menjadi Kaya
*Tesaurus Pertama di Indonesia
Ayu Utami sang penulis Saman mengungkapkan kesedihannya ketika
berbincang-bincang dengan seorang kawannya."Dia tadi anu, nggak tahu
ngapain," kata Ayu. Sebuah kata "anu" memiliki begitu banyak makna
dalam perbendaharaan kata. "Itulah yang membuat saya sedih," imbuh
perempuan eksentrik ini.
Sementara, Gunawan Mohamad mengaku prihatin dengan para penulis muda
yang sudah mulai malas menggunakan kata. Sesisir pisang, sehelai
rambut, sebingkai keris dengan mudah hanya diganti dengan kalimat satu,
dua dan seterusnya. Dalam berita dengan mudah orang berbicara singkatan
Depdagri, Deplu, Dephankam. "Itu merupakan bahasa birokrasi, contohnya
militer untuk bahasa sandi atau telegram," tutur penulis yang kerap
disapa GM ini. Tetapi justru bahasa birokrasi merupakan bahasa yang
singkat dan tidak variatif. Fungsinya tentu saja menghilangkan esensi
dari sebuah makna komunikasi.
Di tengah pemiskinan khasanah bahasa Indonesia, Eko Endarmoko membuat
Tesaurus Bahasa Indonesia untuk pertama kalinya. Tesaurus bukanlah
kamus bahasa yang dipaparkan berdasarkan abjad. Tetapi sebuah kumpulan
kata yang oleh Eko dipaparkan berdasarkan gagasan.
Seringkali orang menyamakannya dengan kamus sinonim. Tetapi Anton M
Moeliono, Mantan Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Universitas Indonesia menampik hal tersebut. Tesaurus tak sama dengan
sinonim kata karena berisi 50% teks dan 50% indeks. Selain itu arah
tesaurus lebih pada persamaan hiponim atau kata sejenis.
Buku setebal 716 halaman ini menjadi buku tesaurus pertama di Indonesia
yang tentu akan menjadi referensi wajib para penulis, pelajar, guru
bahasa Indonesia dan pemakai kata lainnya. Kerja keras Eko selama 13
tahun mengumpulkan kata demi kata dan kemudian disusunnya menjadi
sebuah buku bersampul biru memang patut diacungi jempol.
Tak banyak orang peduli dengan tesaurus ataupun jenis kata dalam bahasa
Indonesia. Malaysia dan negara-negara lain yang lebih maju menghargai
kekayaan bahasanya dengan membuat kamus tesaurus melayu dengan biaya
pemerintah. Sementara Eko selama belasan tahun tersendat-sendat
mengumpulkan kata demi kata dan mendebatkannya dalam komunitas. Belum
lagi masalah dana untuk penerbitan dan remeh temeh lainnya yang diakui
seringkali mengendorkan antusiasmenya untuk menyelesaikan.
Kini setelah puluhan tahun mengumpulkan, Eko patut berbangga dengan
"gudang kata" yang telah dibukukannya dan akan menjadi referensi bacaan
para penulis dan pelajar Indonesia. Meski begitu buku ini tak lepas
dari kekurangan kata-kata hiponim yang belum tentu dikenal masyarakat
seperti abaimana yang bisa berarti dubur ataupun gigolo yang disebutkan
hiponim dengan kayu-kayu.
Setidaknya Eko telah membawa angin segar bagi kekayaan khasanah
perbendaharaan kata di Indonesia. Ditengah banyaknya bahasa asing yang
di Indonesiakan. Buku berharga Rp 170 ribu dan cetakan dari Gramedia
pustaka ini akan memberikan banyak kekayaan kata karena mudah dibaca.
Saat menulis, saat bertutur tinggal membuka buku biru berbentuk kamus
ini. Bahwa ternyata sebuah kata "busuk" memiliki banyak jenis kata yang
bisa kita pakai seperti benyek, bonyok, kempuh, lotak, basi hingga
rasan agar sebuah kata makin bermakna dan berdampak saat orang
membacanya. Masih banyak lagi hiponim lain yang dicatut dari
bahasa-bahasa daerah yang masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia.
Seperti kata Gunawan Mohamad, kata yang berulang dalam satu kalimat
atau paragraf dapat dihindari jika memiliki kekayaan kata dalam
pikiran. Tak heran gaya penulisan yang kaya akan kata akan makin mudah
dan enak dibaca. Disinilah tesaurus bahasa Indonesia hadir untuk
memperkaya khasanah penulisan, penuturan dan bahasa kita.
Toh akhirnya mengutip kata-kata Nirwan Arsuka, buku ini memang
ditujukan kepada mereka yang percaya bahwa kata tak hanya mampu
mewakili dunia. Tapi bagi mereka yang percaya bahwa kata mampu
membentuk dunia. (JBP/tar)
---> ketika menulis menjadi sesuatu bagian penting dari hidup....

|  | Kala itu aku sedang menghapus air mata sahabat.... Engkau ada di sampingku dengan beragam rupa.. Tertawa dan berkata.."Tuh kan...apa aku bilang !" Tersenyum dan lirih berujar.." Kita emang nggak pernah tahu akan hidup ini.." Diam disampingku dan membatin.."Sudahlah....sudah...apalagi sih....biarkan saja" Ada juga yang mengelus punggungku..sambil berkata" Kamu akan melewatinya tar..aku tahu kamu bisa ..."
Saat ini memang masih menyisakan air mata, tapi kalian tahu seringkali pula aku tertawa bahagia... Kalian pun masih disampingku dengan beragam rupa... Ikut tertawa "Tuh kan...hidup ini emang mudah.." Tersenyum dan lirih berujar..." Aku turut bahagia" Diam disampingku dan membatin.." Akhirnya bahagia kan..." Ada juga yang tetap mengelus punggungku..sambil berkata" jangan banyak tertawa...sisakan untuk esok..."
Dan......................... disinilah aku berada sahabat....di sekeliling kalian...dengan perubahan di setiap detik kehidupan....Saat sedih, saat gembira, saat sendiri, saat terlupa dan terlena....aku tahu kalian ada..mendukung, menyemangati meski tak selalu di sisi..Aku pun akan berusaha berbuat yang sama....Aku pun belajar.... bahwa mencintai kalian bukanlah meminta kalian menjadi para sahabat yang sempurna.. tetapi mencintai orang-orang biasa sebagaimana aku agar menjadi istimewa dengan sempurna....
..."Persahabatan adalah relasi terindah setelah keluarga"
|
Siapapun tahu kalau lidah merupakan bagian tubuh tanpa tulang. Sulitnya
lagi bagian ini pula yang sering sulit dikendalikan. Selayaknya sebuah
seni, lidah memiliki bagian dari sebuah seni yang mengukir kehidupan
dan membekas di hati...
dan inilah bagian yang tersulit dalam diri saya, yakni seni menjaga
lisan...hanya dalam sedetik saat ruang kepala saya sedang dipenuhi
banyak darah dan amarah..langsung deh .....kalimat yang mampu merobek
hati bisa segera tercetus dengan mudah....padahal kata itu pula yang
akan membekas seumur hidup di hati orang tersebut.....
Beberapa kali saya memiliki pengalaman tak
mengenakkan hanya gara-gara keceplosan kata-kata yang menyakitkan.
Pernah saat serbuan makanan di kantor, dengan pd-nya saya dan seorang
teman yang memang tak menyukai makanan manis langsung
bilang..."Huek...nggak doyan, martabak manis,"
Tentu saja si pemberi yang kebetulan berkulit kuning
langsung memerah mukanya. Teman sekamar saya langsung melotot.
"Tari.......", waduh langsung deh pengen saya cabut kata-kata itu
kembali, tapi mana bisa. Akhirnya saya dan teman saya yang terlanjur
mengucapkan kata tersebut hanya saling pandang tanda
menyesali...Yah....bagaimana lagi, berdoa saja supaya yang bersangkutan
tak sakit hati....
Pernah juga saking marahnya dengan seorang teman,
langsung deh nggak hanya lewat lisan, via handphone penuh kata-kata
menyakitkan dengan lancar saya ketik dan kirimkan....
Tapi ternyata setelah saya marah dan mengucapkan
banyak kata menyakitkan tak juga menyelesaikan masalah. Bahkan hubungan
saya dengan teman juga tak kunjung membaik (mungkin sama-sama sakit
hati...hehehehe)
Akhirnya saya punya trik sendiri dalam menjaga lisan
ini ataupun melalui media apapun. Saat marah, nomor handphone yang
bersangkutan saya hapus dari memori. hehehe...tak ada kesempatan saya
untuk marah-marah dengan dia, toh saya memang paling sulit menghapal
nomor...(matematika cuman dapat 5 ...paling tinggi 7 di SD), kalau
sudah membaik saya catat kembali...
Tapi kendalanya masih sama ketika saya harus
berhadap-hadapan dengan si empu yang memancing kemarahan saya. Saat ini
saya masih harus survive untuk diam dan tak mengucapkan sepatah katapun
kepada mereka...nyatanya sulit sekali apalagi saat di puncak
kemarahan....
Setiap kali kemarahan dan lisan ini sulit
dikendalikan saya buru-buru menahan napas dan pergi sementara sambil
menahan marah....eh, besoknya ternyata rasa marah ini hilang dengan
sendirinya meski mungkin menyisakan sedikit kedongkolan di hati....
Bagaimanapun nggak ada gunanya marah..apalagi sampai mengeluarkan lisan yang menyakitkan...

|  | Tak selamanya lebaran jauh dari rumah menyedihkan..untuk hari pertama iya sih..tapi hari selanjutnya kita bisa berpetualang. Jarang-jarang bisa libur panjang dan menikmati petualangan apalagi di dunia yang dibilang orang tanpa koma. Bertemu dengan keluarga baru..bercengkrama dengan mereka, menikmati tempat baru, berkenalan dengan budaya baru yang tak pernah saya temui..so interesting..one of the best moment in my life... Keluarga baru yang sangat ramah dan baik menerima saya. Nggak hanya dijemput, saya diperlakukan seperti keluarga sendiri...duh terharu rasanya. Sama seperti di Indonesia, makanan ala Melayu seperti opor, rendang, sambal goreng pake lontong disajikan di sana. Kami bisa makan sampai nambah-nambah. Rencananya silaturahmi sekejab ternyata bisa berlama-lama saking betahnya. Tangan kanan saya pun ikut-ikutan menjadi korban lukisan hena ala pengantin Melayu untuk merayakan Idul Fitri. "Sekarang sudah jadi tren di sini, kalo ada perayaan kami memakainya," ujar bu Imran yang tiba-tiba menjadi ibu baru bagi saya. Dari mengajar masak dengan bumbu-bumbu hingga bercerita panjang lebar tentang Singapura. Si kecil Alicia ikutan nimbrung dan bermain. hahaha..lucu ketika saya harus ikut-ikutan menjaga dengan memberikan perintah dengan bahasa melayu campur bahasa inggris... dan melihat betapa mandirinya dia untuk seorang anak umur 2 tahun Uniknya lagi...saya bersyukur belum menikah hehehhe..soalnya kalau belum menikah mendapat ang pau dari keluarga yang sudah menikah dan yang dikunjungi. "Ini tradisi kami..nggak boleh kapok datang kemari. Harus sering-sering kemari," kata pak Imran... Seru banget deh jadinya.....nggak akan kapok lah kalo kayak gini......... |
Ada
seorang teman yang sering tanpa sengaja menyakiti hati saya.
Berkali-kali berjanji, bahkan seringkali untuk membuat saya percaya....
sumpah pun sering diucapkannya. "Sumpah..pasti kulakuin," katanya suatu
kali sambil menyebut kata-kata menyeramkan. Dasarnya saya orang yang
mudah luluh, saya pun kembali mempercayainya.
Pernah dia berjanji pada saya dan di hari H janjinya, justru dia
menghilang tidak tahu kemana. HPnya mati tidak bisa dihubungi dan tidak
ada seorangpun yang tahu keberadaannya. Sempat saya menangis
berhari-hari karena dia melanggar janjinya. Namun, tiba-tiba dia muncul
dan minta maaf pada saya.
Tak berselang lama, janji-janji sudah kembali diucapkannya dengan
lancar. Hasilnya masih sama...mengecewakan saya. Yang namanya sakit
hati...waduh..perih...pedih...tapi kok juga nggak kapok-kapoknya saya
mempercayai.
Terakhir dia janji akan datang, pas hari H, tentu saja saya
nunggu-nunggu..eh........kebiasaannya menghilang kambuh lagi, saya
mencoba menghubungi kemana-mana yah...begitulah hasilnya. Saya juga
nggak ngerti..apa sih asiknya berlari...Hpnya ganti berkali-kali hanya
untuk menghindari saya atau teman lain menagih janji. Sempat saya heran
dan bertanya..."why God make that amazing creature ?" apakah
untuk menyakiti orang lain atau sekedar untuk dikasihani ?
Yah..seperti yang sudah-sudah dia kembali menghubungi saya,
sesudah mungkin dipikirnya saya lupa tanpa rasa bersalah. Saat saya
tanya kenapa menghilang...jawabannya enteng sekali .." Yah, nggak
ngerti musti ngomong apa..." . Rasanya kalo seberapa banyak air mata
dan sakit hati yang saya rasakan..duh saya sendiri sampai lupa
menghitungnya...
Bahkan pernah saking bosennya bilang janji, dia ngaku udah nggak
mau janji-janji lagi tapi langsung mbuktiin. hm...tapi itupun sampai
sekarang juga tak terbukti..hehehehe
Akhirnya sesudah janji tak mempan lagi untuk meyakinkan saya, dia
mulai mengeluarkan jurus mengatakan kata sumpah. Untuk saya kata
"sumpah" sakral hukumnya....ngeri ngucapin kalo nggak bisa menepatinya.
Sumpahnya kali ini terasa betul kesungguhannya, dan saya pun kembali
percaya dan menunggu dia menepati.
Memang belum sampai hari H..tetapi sudah di ujung hari H dan
seeperti biasanya di ujung-ujung jurus menghilang dan tak bisa
dihubungi kembali terasa..hehehe
Dan apakah saya mempercayai sumpahnya ?..saya sih
sudah belajar pasrah saja dan memberikan satu ruang di hati saya
mempersiapkan rasa yang saya terbiasa rasakan semenjak mengenal teman
saya ini...
Sulit sih, kecewa dan sakit hati ...iya... setiap kali berharap
dan dihempaskannya harapan saya. Tapi saya pikir-pikir, kenapa sih saya
harus mikirin janji dan sumpahnya ..bahkan pernah gara-gara sakit hati
saya nggak doyan makan. Dan mikirin gimana rasanya mbales kejahatannya
pada saya :) Lucu ya...?
Setelah sekian lama....saya sadar, untuk apa saya sakit hati dan
mikirin " that amazing creature". Yang ada malah saya sendiri
yang menderita dan membuat badan saya kurus dari hari ke hari. Pernah
baca buku di LA Tahzan.." Mending didholimi daripada mendholimi", meski
nggak seekstrim dholim mendholimi tapi memang lebih baik menjadi orang
yang disakiti.
Tapi temen kamar saya sempat ngomong " mending menjadi orang
yang disakiti tetapi tidak merasa disakiti kan dapat pahala tanpa
merasakan sakit" hehehe khayal banget..gimana coba ? nggak
ngerasa sakitnya.... Yah, makanya sekarang saya belajar berlapang dada
dengan perilakunya yang amazing itu......Ternyata rasanya lebih enak
lho !!
Setiap malam akhirnya saya berdoa untuk dia, suatu kali dia
berubah menjadi seseorang yang bertanggung jawab dengan
kata-katanya. Saya nggak tahu dia tau atau nggak, at least untuk
saya pribadi rasanya lebih enak untuk memaafkannya daripada saya harus
menyimpan rasa sakit saya. Sulit sih belajar memaafkan orang yang sudah
menyakiti kita, tapi jika berhasil lega rasanya...
Sesudah berlega hati, saya malah berterima kasih banget Tuhan
udah mempertemukan dengan mahkluk lucu ciptaanNYA. Saya menjadi
belajar menahan kata-kata dan tentu saja berhati-hati mengucapkan janji
pada orang lain, karena saya tahu sakitnya rasa diingkari dan sakitnya
dikecewakan oleh janji seseorang.
Untuk hal-hal yang kecil seperti janji mengirimkan foto pada
narasumber pun kini saya sudah list dalam daftar supaya tak terlewati
dan tak teringkari, bagaimanapun saya berusaha menepati janji yang saya
ucapkan. Lalu apa hasilnya untuk kita ?...coba saja sendiri keindahan
rasanya.....
"Come away with me in the night .....Come away with me
And I will write you a song
Come away with me on a bus
....Come away where they can't tempt us
With their lies
I want to walk with you
On a cloudy day
In fields where the yellow grass grows knee-high
So won't you try to come
.........."
Saat di kamar sendirian, come awaynya Norah Jones
menjadi temen setia...itu dulu tapi... Baru hari ini terasa sudah
berbulan-bulan aku tak pernah mendengar suara merdunya. Pengantar
hangatnya tempat tidur di kamar...sambil melihat satu ruang ciptaan
Tuhan di bingkai jendela..."awan mendung dan kemudian berubah menjadi
rintik hujan..."
Pikiranku langsung melayang dengan teksnya I want to walk with you on a cloudy day, in fields where the yellow grass grows knee high...
Kenapa selalu mbayanginnya lapangan tengah UKSW tempatku sekolah di SMP
dan SMA ? apa karena rumputnya yang kuning dan tinggi-tinggi itu ? atau
inget mendungnya langit Salatiga saat pulang dari sekolah sendirian dan
aku berjalan di tengah lapangan...hmmm melihat cantiknya bunga-bunga
merah dari pohon flamboyan yang beterbangan oleh angin dari
pinggir-pinggir lapangan
Saking cintanya pada bunga flamboyan..berkali-kali
pada pacar waktu SMA aku bilang kalo rumahku nanti harus ada
pohon flamboyan di depannya...duh cantiknya !! Ngga ngebayangin
indah dan teduhnya rumahku nanti....langsung di pikiran ter-frame
dengan baik rumah kecilku yang teduh dan nyaman...setiap hari
berserakan di lantai puluhan kuntum bunga flamboyan.
Tahunpun berganti, tetapi memori bunga Flamboyan dan
mendungnya lapangan itu nggak juga hilang. Apalagi dulu di sekitar Atma
Jaya Mritjan tempat kuliah ada tanaman cantik ini...meski beberapa
tahun di sana memori lapangan mendung di UKSW cukup kuat...
dengan
kalimat yang sama waktu itu aku minta pada pacar waktu kuliah...Aku mau
pohon flamboyan di sekitar rumah....
Selang beberapa tahun dan ketika waktu membuatku
pergi ke Batam, semua terasa berubah. Jangankan lapangan dengan
rumputnya yang tinggi, yang ada hanya tanah merah yang terhapar dengan
teriknya matahari dan debu yang ditiup angin, jangan bayangkan rumah mungilku dengan halaman satu pohon flamboyan......
Semua baru dengan rutinitas kerja yang
melupakanku akan indahnya ciptaan Tuhan yang dahulu selalu membuatku
terpesona........bunga Flamboyan yang berguguran saat diterpa angin...
Kapan ya bisa melihat keindahan itu kembali...?
Rasanya ingin kembali menikmati mendungnya Lapangan UKSW Salatiga.
Duduk di samping pohon cantik itu sambil menikmati semilirnya angin dan
rintik hujan. Melihat dan menikmati dengan mata sendiri keindahan bunga-bunga merah cantik yang
berjatuhan...
Kangen kah...? Rasanya its one the best moment in life yang terus
menerus ingin diulang dalam hidup. Apalagi sesudah beberapa tahun ini
Come Awaynya Norah Jones membuat telingaku dimanjakan...
Sesuatu yang dulu menjadi one of the best moment in life akan menjadi
one of the perfect day untuk dikenang. Sayang sekali...beberapa bulan
ini Come Awaynya tak bisa kutemukan di kamarku lagi...apakah kini telah
tertumpuk diantara debu-debu dan barang-barang tak berharga di sebuah
kamar asing yang belum pernah aku masuki...? Keindahan suaranya pasti
tak pernah terdengar nyaring seperti aku menikmatinya...pasti kamar itu
sepi dan asing....
Nggak ngerti, satu saat aku pasti akan menemukannya kembali sehingga
aku bisa turut nyaring menyanyikan dengan suaraku yang tak seberapa
bagus sambil menikmati satu persatu merahnya flamboyan yang berjatuhan
di rumah mungilku sendiri.........
Attachment: flamboyanku1.jpg
|  | Setiap manusia dalam perjalanannya berubah, dan mungkin setelah melewati sekian tahun perubahan itu terjadi. Seperti sebuah lagu..everybody change, ada yang berubah ke arah yang baik dan ada yang berubah ke arah yang buruk....Perubahan itu banyak terjadi karena lingkungan di sekitar kita... Sesaat pulang dari kantor, tumpukan buku berbungkus menarik perhatian untuk dibuka. Kado dari teman-teman yang mengingat dan ingin berbagi kebahagian bersamaku. "Jadilah seperti pohon kurma, mencoba tumbuh di tanah yang keras dan jauh dari gangguan. Saat seseorang melemparnya dengan keras, ia justru menjatuhkan buahnya yang segar..." Langsung saja mata ini berkaca, indah sekali setiap untaian kata untuk membuat aku tersenyum ikhlas.....ternyata tak semudah mengucapkannya. Di hati ini terselip betapa sulitnya kata maaf untuk seseorang yang telah menyakiti hati dan raga kita, meski terucap, tak jarang di setiap sela-sela waktu masih membekas rasa sakitnya.......... Tetapi perubahan harus ada, aku ingin belajar menjadi pohon kurma, ketika dilempar justru ia menjatuhkan buah yang segar.... karena itu malam itu juga, aku menyalakan lilin di hati ini. Di setiap tempat memang pasti ada kegelapan. Kewajiban kita hanya menyalakan lampu dan menerangi hati kita sendiri. Tetap bersikap optimis meski berada di tengah amukan badai.... dan Ternyata malam itu aku tidak sendiri......
Nb. Yang pasti tidak perlu beli buku lagi untuk bulan ini dan bulan depan..karena kado buku menumpuk di kamar...makasih teman-teman yang selalu ada di kala aku menghapus air mata dan menunggu saat aku tertawa....aku akan belajar menjadi pohon kurma.......... |
Siang itu sesudah sebuah kisah berlalu, di kantin bersama teman-teman
seprofesi seseorang mengatakan padaku. "Apa yang kamu katakan benar
tar...akhirnya dia akan pergi, kamu pernah mengatakan cepat atau lambat
dia akan pergi...orang seperti itu memang selalu akan pergi, dimanapun
berada dia akan selalu merasa tidak diterima dan tak menerima,"
Akupun bahkan sudah melupakan kata-kata tersebut, kata yang pernah
kuucapkan sepenuh hati kala itu, meski kini sudah menjadi kisah yang
abu-abu. Malam hari di Sri Deli ditemani dua lelaki...sebelum hiruk
pikuk Piala Dunia 2006...sebelum sebuah kisah berlalu dan meninggalkan
warna kuning gading bercampur abu-abu, tak lagi biru...
"Dimanapun dia berada, cepat atau lambat Dia akan pergi. Orang yang tak
mengerti orang lain, juga tidak akan dimengerti oleh yang lain. Aku
mengalaminya beberapa kali dan akhirnya dia akan pergi," Aku
mengatakannya dengan penuh keyakinan kala itu....
Hari ini terbukti kebenarannya, dan membuatku mempelajari satu hal
meski ternyata aku hanya diingatkan. Ditengah banyaknya pikiran logis
dan rasional yang memenuhi otak, ada satu bentuk yang tidak mungkin
kita (bukan aku saja) lupakan...ada sesuatu yang harus kita sisakan,
yakni ruang bernama KEYAKINAN....
Meski untuk membuktikan, aku tidak tahu berapa waktu yang
dibutuhkan...seperti hari ini aku membuktikan kata yang aku sendiri
sudah melupakan...tetapi ternyata keyakinan membuat semuanya terjadi
dengan masa-masa yang sudah tertimpa berpuluh-pulah kisah yang tak lagi
menyisakan hitam putih tetapi kuning bercampur abu-abu....
Begitu juga orang yang melarikan diri...selamanya dia akan berlari dan terus berlari menghindari kenyataan.....,
Maka disinilah aku..berdamai dengan kenyataan, menghadapi badai
penentuan bersama satu ruang yang telah aku sisakan........yakni
keyakinan...............selamat melarikan diri sahabat hati, biar aku
di sini menghadapi kenyataan, sambil menikmati pelarianmu....
Kita pasti akan bertemu ketika kamu sudah lelah berlari dan menemukan kehampaan.......

|  | See the stone set in your eyes See the thorn twist in your side I wait for you Sleight of hand and twist of fate He makes me wait And I wait... without you
Through the storm we reach the shore You give it all but I want more And I'm waiting for you
Bye-bye the night of Agust..let the morning of September warm my soul... |
TUHAN TAHU
Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk
menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu
hendak berbuat apa lagi... Tuhan punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa
tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap
syukur..
Tuhan telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. .
Tuhan telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU
Nb. makasih atas emailnya yang sangat inspiratif mbak Tatiana

|  | hidup....berganti-ganti dan ternyata kita tetap hidup..... |
| |